Minggu, 20 April 2014

Foto Hot Susu Tante Janda Kembang Cantik Dan Seksi

Wanita jilbab itu mengenakan baju warna hijau ketat dengan kerudung hijau juga. tapi betapa mengagumkan lekuk tubuh itu. di bagian dadanya yang membusung aku melihat pesona alamiah yang luar biasa. Payudara itu berapa ukurannya? Aku hanya tahu usiana yang sudah menginjak usia 40 tahun.

Mbak Inge, seorang perempuan menarik. Usia segitu dia masih rajin merawat tubuhnya dengan bersenam di kantornya. Hari itu dia mengajakku ke tempat temannya di wilayah Jakarta Barat. KEbetulan temannya tidak ada di rumah, tapi kami dipersilakan menunggu saja di dalam rumah. Pembantunya sibuk di dapur. Karena memang kami sudah dalam libido yang tinggi, kami segera action di ruang tamu yang privacinya terjaga di lantai atas. Penutup kepala mbak Inge sudah kulepas. Lehernya yang jenjang sudah kujilati dengan lembut. Nafas wangi mbak inge mendengus ke wajahku. Betapa lembutnya, seksi dan memancing gairahku. Kupandangi dadanya yang tertutup rapat. Ini saatnya aku menyingkap bagian indah itu.
Mbak Inge memandangiku dengan penuh kasih.Diusapnya lembut rambutku sambil tersenyum manis. Ketika kuletakkan tanganku di bagian dadanya, ia seperti memberi isyarat setuju. Segera kutekan lembut bagian dadanya. Mbak Inge menggeliat. Tapi ia segera mengerti dengan melepas baju kerudungnya cepat2. Sepasang payudara itu terpampang di hadapanku. Tampak bh warna biru berenda membalutnya dengan kewalahan.
"Mbak, besar banget payudaranya,"pujiku spontan.
Mbak Inge tersenyum simpul. "Suka gak?"
"Hmm...pasti dong. By the way berapa sizenya mbak?"
Dia tak menjawab, selain memutar tubuhnya. Kulepas tali bh itu dan kutatap labelnya. 36C!

Tanpa basa-basi kuciumi bh berukuran besar itu. Tingkahku itu membuat mbak Inge geli.
"Nakal,"katanya sambil mencubit pipiku.
Aku meremas-remas payudara besar itu dengan lembut. Kunikmati secara perlahan kekenyalannya. Wanita dewasa itu memang indah. Payudara itu sudah lama kuincar sejak dulu, sejak pertama kali, kulihat bh nya ada di dalam kamar mandi di rumahnya. Saat itu betapa aku mengagumi ukurannya yang besar.

Putingnya kukecup lembut. Ujung lidahku menjilatinya dengan lembut, halus dan sedramatisir mungkin. Akibatnya mbak Inge mendesah lembut. Puting itu begitu indah dengan bentuk yang sedang dan berwarna coklat muda. Setiap bibirku menyentuhnya, getaran aneh menyergap tubuhku. Libido melambung tinggi.
Jemari janda beranak 2 itu mencengkram kepalaku. Mendadak dibenamkannya kepalaku lebih jauh ke belahan payudaranya. Dengan senang kunikmati gumpalan daging besar itu dengan cara-caraku. Adakalanya puting2 itu kuhisap seperti menghisap isinya. Tehnik ini membuat dia merintih terus2-an.
"Mbak enak banget teteknya..."pujiku.
"Terusin dong...mbak suka dikerjain sama kamu."
Tangan mbak Inge memerah sebelah payudaranya yang kiri dan mengusungkannya ke wajahku. Ia mengarahkan putingnya ke mulutku yang dengan rakus melahapnya. Mbak Inge menggelinjang geli, apalagi tanganku sudah menyerang ke bagian selangkangannya. Perlakukan itu membuatnya semakin agresif. Ia membalas dengan meraba2 selangkanganku.
"Penis kamu dah keras banget sayang..."katanya.
Aku tersenyum. Kubiarkan ia melepas celana panjangku dan memamerkan penis yang keras di bungkus cd warna putih. Sambil melumat bibir tangannya mengusap-usap batang penisku. Sesekali ia mencengkramnya.
"Besar gak punya kamu?"
"Lihat aja sendiri mbak."

Mbak Inge melepas cd itu. Ia menjerit kecil girang demi melihat batang penisku yang keras mengacung-acung. Digenggamnya dengan gemas. Pada bagian kepalanya diusap-usap dengan jemarinya yang lentik. Diremas-remasnya dengan penuh gairah. Aku melumat bagian buah dada sebelah kiri, tanganku terus meraba-raba vaginanya. Kami saling beraksi. Tapi, mbak Inge lebih dari yang kuduga, ia melepas semua cd dan bh nya. kemudian ia melirik ke arah penisku yang tegak keras itu. Aku dibuatnya takjub. Dikulumnya kepala penisku dengan lembut, seperti melumat permukaan es krim rasa coklat.

Related Posts

Foto Hot Susu Tante Janda Kembang Cantik Dan Seksi
4/ 5
Oleh